Akta No 23 Tanggal 29 Januari 2007. Notaris: Ny. Wirati Kendarto, SH

Program
Konsultasi
Kesehatan Lansia

Assalamu'alaikum Wr Wb,..dokter Probo yang yang saya hormati. Saya agak bingung campur sedih, karena ibu saya sudah lansia sering sembelit. kerap kali 5 - 6 hari baru buang air besar, itu saja harus menggunakan obat pembuat buang air besar...


Kirim Pertanyaan

MENGATASI SUSAH TIDUR MENURUT ANJURAN NABI SAW (PART 2)

 

Setelah dipahami, lakukan dengan rutin dalam keseharian dengan dibarengi cara tidur yang diajarkan Rasulullah saw. Inti dari ajaran tidur tokoh nomor satu dunia sepanjang masa ini, adalah ketenangan sebelum tidur. Banyak riwayat tekstual menujukan pentingnya ketenangan dalam proses akan, sedang, dan sesudah tidur, diantaranya;

Pertama. Lakukan tidur seawal mungkin, jangan larut malam. Hal ini didasarkan dari hadis yang bersumber dari Aisyah ra; “Bahwasanya Rasulullah saw tidur pada awal malam dan bangun pada penghujung malam, lalu melakukan shalat.” (Muttafaq Alaih).

Kedua. Mengambil air wudhu sebelum tidur dan berbaring miring ke sebelah kanan. Al-Bara bin Aziz menuturkan, Rasulullah saw bersabda, “Apabila kamu akan tidur, maka berwudhu’lah sebagaimana wudhu untuk shalat, kemudian berbaringlah dengan miring ke sebelah kanan…” Dan tidak mengapa berbalik ke sebelah kiri setelah itu.

Ketiga. Kibaskan sprei tiga kali sebelum berbaring. Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Apabila seorang dari kalian akan tidur pada tempat tidurnya, maka hendaklah mengibaskan kain tempat tidurnya sebanyak tiga kali terlebih dahulu, karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya…” (Muttafaq Alaih)

Keempat. Jangan tidur tengkurap. Abu Dzar menuturkan, “Nabi saw pernah lewat di dekatku, di saat itu aku sedang tengkurap, maka Nabi membangunkanku dengan kakinya sambil bersabda, ”Wahai Junaidab (panggilan Abu Dzar), sesungguhnya berbaring seperti ini adalah cara berbaringnya penghuni neraka.” (HR. Ibnu Majah dan dinilai shahih oleh al-Albani)

Kelima. Baca ayat Kursi, dua ayat terakhir dari Surah al-Baqarah, Surah al-Ikhlas dan al-Muawwidzatain (al-Falaq dan an-Nas), karena banyak hadis-hadis shahih yang menganjurkan hal tersebut, seraya membaca doa dan dzikir yang keterangannya shahih dari Rasulullah, seperti :

 

“Ya Allah, peliharalah aku dari adzab-Mu pada hari Engkau membangkitkan kembali segenap hamba-Mu.” Dibaca tiga kali. (HR. Abu Dawud dan dihasankan oleh Al-Albani)

Keenam. Ketika bangun tidur hendaknya ucapkan, “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami dimatikan-Nya, dan kepada-Nya kami dikembalikan.” (HR. Al-Bukhari).

Dari beberapa rangkaian adab tidur dari Nabi saw, tersirat ketengan dan anjuran tidak tergesa dalam tidur. Membaca doa, mengambil air wudhu, dan yang lain, mengindikasikan pola meluangkan sedikit waktu sebelum tidur, dan dengan waktu itu pikiran ditenangkan, fokus pada penyandaran kepada yang Maha Kuasa.

Demikian pula posisi tidur. Posisi miring ke sebelah kanan ternyata memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh yang sangat besar, diantaranya mengistirahatkan otak sebelah kiri, mengurangi beban jantung, mengistirahatkan lambung, meningkatkan pengosongan kandung empedu, pankreas, meningkatkan waktu penyerapan zat gizi, merangsang buang air besar, mengisitirahatkan kaki kiri, menjaga kesehatan paru-paru, menjaga saluran pernafasan, dan masih banyak kegunaan medis lainya. ( dr. Astuti, Sp. S (K), ditulis ulang dari berbagai sumber) 

download file 



Form Komentar
Nama
Email
Web/Blog Anda
Isi Komentar
Masukkan kode berikut
Contact Us

Phone:
(0274) 566987, 543473


Alamat

Sapen, Jl. Rambutan GK I/609 Yogyakarta


Rekening Donasi Lakesmu

Bank Syariah Mandiri Cabang Yogyakarta

No Rekening: 7005022066

An: ANANTA QQ LAKESMU

Statistik
Pengunjung hari ini: 59
Total pengunjung: 23707
Pengunjung online: 4