Akta No 23 Tanggal 29 Januari 2007. Notaris: Ny. Wirati Kendarto, SH

Program
Konsultasi
Kesehatan Lansia

Assalamu'alaikum Wr Wb,..dokter Probo yang yang saya hormati. Saya agak bingung campur sedih, karena ibu saya sudah lansia sering sembelit. kerap kali 5 - 6 hari baru buang air besar, itu saja harus menggunakan obat pembuat buang air besar...


Kirim Pertanyaan

ASUHAN PENDERITA STROKE DI RUMAH

 

Terdapat beberapa saran yang harus diperhatikan untuk penderita stroke yang dirawat dirumah dan harus mendapatkan perhatian dari keluarga, antara lain adalah:

      1. Rutin memeriksa tekanan darah

Tingginya tingkat tekanan darah adalah faktor paling dominan pada semua jenis stroke. Makin tinggi tekanan darah makin besar risiko terkena stroke. Jika tekanan darah meningkat, segera konsultasi ke dokter. Tekanan darah yang harus diwaspadai adalah jika angka tertinggi di atas 135 dan angka terbawah di atas 85.

     2. Waspadai gangguan irama jantung (atrial fibrilasi)

Detak jantung yang tidak wajar menunjukkan ada perubahan fungsi jantung yang mengakibatkan darah terkumpul dan menggumpal di dalam jantung. Detak jantung ini mampu menggerakkan gumpalan darah sehingga masuk pada aliran darah, yang mengakibatkan stroke. Gangguan irama jantung dapat dideteksi dengan menilai detak nadi.

     3. Berhenti Merokok dan Mengkonsumsi Alkohol

Rokok dapat meningkatkan risiko stroke dua kali lipat. Dan sama seperti rokok, alkohol meningkatkan risiko stroke dan penyakit lain seperti sirosis hepatis maupun kanker hati.

     4. Periksa Kadar Kolesterol dalam Tubuh

Mengetahui tingkat kolesterol dapat meningkatkan kewaspadaan stroke. Kolesterol tinggi mengarah pada risiko stroke. Jika kolesterol sudah tinggi, segeralah menurunkannya dengan memilih makanan rendah kolesterol. Agar kolesterol dalam tubuh tidak berlebih sebaiknya asupan lemak jenuh diganti dengan asupan asam lemak tak jenuh seperti Omega 3, Omega 6 dan Omega 9.

     5. Kontrol Kadar Gula Darah

Diabetes juga meningkatkan risiko stroke. Jika pada penderita stroke mempunyai faktor risiko diabetes melitus, konsultasikan dengan dokter, makanan dan minuman apa yang bisa dikonsumsi untuk menurunkan gula darah.

      6. Olahraga teratur

Bagi yang belum menderita stroke, maka jalan cepat minimal 30 menit sehari bisa menurunkan risiko stroke. Juga bisa melakukan olahraga renang, sepeda, golf, atau tenis. Pilih olahraga yang memang disukai dan lakukan senang hati dan teratur tiga kali seminggu. Bagi penderita stroke aktivitas fisik rutin misalnya jalan di pagi dan sore hari minimal 1 jam sudah sangat membantu dalam pemulihan fisik.

     7. Konsumsi garam rendah sodium dan diet lemak

Kurangi konsumsi garam bersodium tinggi, mengurangi risiko tekanan darah tinggi yang mengakibatkan stroke. Selain itu, konsumsi buah, sayuran dan gandum sangat bermanfaat mencegah stroke maupun stroke ulang.

      8. Waspadai Gangguan Sirkulasi Darah

Stroke berkaitan dengan jantung, pembuluh arteri dan vena. Tiga bagian ini penting bagi sirkulasi darah ke seluruh tubuh, termasuk dari jantung ke otak. Ketika ada tumpukan lemak yang menghambat aliran, maka risiko stroke meningkat. Masalah ini dapat diobati dengan obat, bisa juga dengan operasi yang mampu mengatasi hambatan di pembuluh arteri seperti tumpukan lemak.  ( Dr. dr. Ismail Setyopranoto, Sp.S(K) )

 



Form Komentar
Nama
Email
Web/Blog Anda
Isi Komentar
Masukkan kode berikut
Contact Us

Phone:
(0274) 566987, 543473


Alamat

Sapen, Jl. Rambutan GK I/609 Yogyakarta


Rekening Donasi Lakesmu

Bank Syariah Mandiri Cabang Yogyakarta

No Rekening: 7005022066

An: ANANTA QQ LAKESMU

Statistik
Pengunjung hari ini: 58
Total pengunjung: 23707
Pengunjung online: 2