Akta No 23 Tanggal 29 Januari 2007. Notaris: Ny. Wirati Kendarto, SH

Program
Konsultasi
Kesehatan Lansia

Assalamu'alaikum Wr Wb,..dokter Probo yang yang saya hormati. Saya agak bingung campur sedih, karena ibu saya sudah lansia sering sembelit. kerap kali 5 - 6 hari baru buang air besar, itu saja harus menggunakan obat pembuat buang air besar...


Kirim Pertanyaan

STROKE : KENALI GEJALANYA DAN KENDALIKAN FAKTOR RESIKONYA (2)

 

Sebelum terjadi serangan stroke, sebetulnya pada pasien tersebut sudah ada faktor risiko stroke, baik tunggal maupun bersama-sama. Faktor risiko tersebut mungkin disadari oleh pasien dengan rajin kontrol ke dokter, tetapi dapat juga tidak disadari oleh karena belum pernah memeriksakan ke dokter sehingga tidak menyadari bahwa dirinya sebetulnya menderita penyakit yang bisa menyebabkan serangan stroke. Berdasarkan klasifikasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), faktor risiko stroke terdiri atas: 

1. Faktor risiko yang dapat dikendalikan

Faktor risiko yang dapat dikendalikan artinya pada pasien tersebut jika terdapat faktor risiko ini maka dengan kontrol teratur ke dokter dan minum obat secara disiplin maka kejadian serangan stroke bisa dicegah, dan orang tersebut terkena serangan stroke maka prognosisnya jauh akan lebih baik dibandingkan yang tidak kontrol ke dokter maupun minum obat, yang artinya derajat kecacatannya lebih ringan. Termasuk dalam faktor risiko yang dapat dikendalikan adalah:

  • Darah tinggi (hipertensi)
  • Kencing manis (diabetes melitus)
  • Perokok aktif dan pasif
  • Kadar kolesterol dalam darah tinggi (hiperkolesterolemia)
  • Kegemukan (obesitas)
  • Tidak pernah olah raga (inaktivitas)
  • Penyakit jantung koroner
  • Polusi udara terutama logam berat (timbal)
  • Gaya hidup yang penuh stresor psikis.

 

2. Faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan

Pada faktor risiko ini, penderita sudah dapat dipastikan suatu saat akan terkena serangan stroke oleh karena memang upaya apapun dari dokter kurang berhasil, tetapi kapan serangannya baik dokter maupun alat-alat kedokteran yang modernpun sampai saat ini belum dapat mendeteksinya, yang termasuk faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan adalah:

  • Usia
  • Jender
  • Stroke serangan pertama
  • Ras (mungkin), berhubungan dengan faktor genetik.

Walaupun demikian pasien yang didapatkan adanya faktor risiko tersebut, jika kontrol rutin dalam rangka memeriksakan status kesehatannya, maka kejadian serangan dapat berkurang, dan jika terjadi seranganpun prediksinya jauh akan lebih baik dibandingkna jika pasien tersebut tidak pernah kontrol ke dokter.

Terdapat dua jenis klasifikasi stroke, yaitu stroke perdarahan dan stroke bukan perdarahan atau stroke iskemik oleh karena adanya sumbatan pada pembuluh darah. Semua faktor risiko tersebut dapat menyebabkan terjadinya kedua jenis stroke tersebut, baik perdarahan maupun yang non perdarahan.

Munculnya tanda dan gejala pada stroke disebabkan oleh karena penurunan aliran darah otak. Sumbatan pada pembuluh darah otak tersebut dapat berupa trombus, embolus atau tromboembolus yang menyebabkan sumbatan pada salah satu percabangan pembuluh darah di otak yang mengakibatkan terjadinya penurunan jumlah oksigen sampai tidak adanya oksigen pada daerah tersebut atau juga dapat terjadi stroke perdarahan. 

Sebagai proses pembelajaran kepada masyarakat, maka serangan stroke lebih mudah untuk dijelaskan dan dikenali dengan mengenal tanda dan gejalanya, sehingga masyarakat jika mendapatkan salah satu dari tanda dan gejala serangan stroke ini, maka pasien tersebut harus segera di bawa rumah sakit terdekat untuk segera diberi penanganan secara maksimal. Karena kunci terhadap prediksi perbaikan dari pasien stroke adalah pada kecepatan dan ketepatan penanganan sesuai dengan jenis strokenya, sehingga dikatakan bahwa adanya perbaikan pada pasien stroke sangat tergantung dari jendela terapi (therapeutic window) yaitu kurang dari 3 jam.

Jendela terapi adalah selisih waktu antara saat seseorang yang pertama kali didapatkan salah satu tanda gejala serangan stroke dengan saat diberikan terapi sesuai dengan jenis strokenya, artinya jika seseorang terkena stroke maka dalam waktu kurang dari 3 jam harus sudah diberikan terapi standar sesuai dengan jenis strokenya.

Berdasarkan definisi dari WHO, stroke yang ditandai dengan adanya serangan fokal yang artinya adanya tanda-tanda kelainan saraf yang lebih ringan misalnya semutan separoh anggota gerak sampai yang berat (global), misalnya penurunan kesadaran (koma). Sehingga jika ada salah satu anggota keluarganya yang didapatkan adanya salah satu tanda dan gejala stroke sering didapatkan ketidaksiapan maupun kebingungan dari penderita sendiri maupun keluarganya, oleh karena ketidaktahuannya, oleh karena itu tanda dan gejala serangan stroke harus diketahui secara luas, dan keluarga maupun masyarakat sekitarpun harus segera bertindak untuk segera membawa penderita tersebut ke rumah sakit terdekat.

Berdasarkan ketentuan dari WHO, tanda dan gejala stroke adalah adanya tanda-tanda yang mendadak serangan; (1) kesemutan separoh anggota gerak, (2) kelemahan separoh anggota gerak, (3) penurunan kesadaran, (4) bicara pelo dan mulut perot, (5) tidak bisa bicara (afasia), (6) buta separoh pandang, dan (7) gangguan fungsi luhur (pikun).

 Tanda dan gejala tersebut tidak harus terjadi secara keseluruhan dalam setiap serangan, tetapi terjadinya serangan satu tanda dan gejala saja maka kita harus sudah berpikir bahwa pada orang tersebut terjadi serangan stroke dan keluarga harus segera membawanya ke rumah sakit yang terdekat dan jangan sampai lebih dari 3 jam, karena perbaikannya sangat tergantung dari waktu tersebut.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa penanganan terhadap penderita stroke pada saat serangan membutuhkan kecepatan, ketepatan dan akurat, sehingga pembelajaran yang utama dan pertama dalam hal ini sangat tergantung dari penderita sendiri, keluarga maupun lingkungan sekitar, yaitu jika dijumpai pada seseorang adanya tanda dan gejala salah satu serangan stroke maka harus segera dibawa ke rumah sakit terdekat yang mempunyai fasilitas untuk penanganan stroke pada fase akut. ( Dr. dr. Ismail Setyopranoto, Sp.S(K) )



Form Komentar
Nama
Email
Web/Blog Anda
Isi Komentar
Masukkan kode berikut
  • Tanti Arna:

    faktor dan lembaga kesehatan

    reply 1st September 2016 01:28:48 AM

Contact Us

Phone:
(0274) 566987, 543473


Alamat

Sapen, Jl. Rambutan GK I/609 Yogyakarta


Rekening Donasi Lakesmu

Bank Syariah Mandiri Cabang Yogyakarta

No Rekening: 7005022066

An: ANANTA QQ LAKESMU

Statistik
Pengunjung hari ini: 58
Total pengunjung: 23707
Pengunjung online: 1